Galaksi Luas Hitam

Galaksiku luas menghitam

Setiap kerlip yang ada adalah buah kepala

Menebar dan mengembang, mereka mengerjap bebas

Di mana si rahim selestial meledak tak puas-puas

Merdekaku serupa komet berekor jingga

Berlarian di ruang tanpa batas, kusentuh apapun yang telanjang

Aku bukan bonsai di halaman

Dikerdilkan dalam pot dangkal tubuhku

Dipajang berdampingan, koleksi pria tua yang nganggur

Kaku

Terpaku di satu sudut, dimainkan tangan besi

Ah, pengap diam di dalam kotak kardus!

Geliat ke manapun, terhimpit aturan tak berlaku

Cukup, hanya mengendus di bawah tali kekang yang dikepit lengan batu?

Berkah Tuhan atasku adalah hidup

Terasing menggapai-gapai hendak ke langit, katanya

Dongeng surgawi, arogansi manusiawi, persimpangan yang tak mau diarahi

Lalu perang ini; antara aku dan raga yang kuisi

Kerlip buah kepalaku masih terus mengerjap

Ditatap orang, dinamai bintang-bintang

Masih tak terjamah, galaksi luas hitamku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s