Eros dan Psyche

Psycheabduct

Eros

Ceritakanlah kembali padaku

bagaimana panahku berkhianat, menggores tangan yang telah lebih dulu menggenggam titah sang bunda

bagaimana sebelumnya mata sepiku yang tak pernah bertaut pada raga manapun, kini tengah bersaksi atas satu karya mulia milik surga, yang terlahir hanya dari rahim seorang mortal

Pun sadarku menahbiskan; memang Moirai telah menenun benang itu dengan nyata!

Dan dalam palung jiwamu, terkesiaplah

Karena sungguh diri yang lemah ini telah kalah

 

Psyche

Wahai putra berambut emas,

pada bahuku terpikul dosa, dalam darahku cemar menggelegak, kutuk Aphrodite mengintai setiap derap yang kuhentak, nestapa mengenaliku lewat nama,

lalu mengapa harus aku yang menjadi alasan terlukanya dirimu oleh panah asmara?

Wahai putra yang elok rupanya,

kau tahu suratan yang termaktub untukku tidak pernah mudah

Maka untuk seluruh renjanamu yang tak pernah mati, kutitipkan rindu di sela hembusan angin barat Zephyrus

agar suatu hari dapat kita hirup layaknya udara di Padang Elysium

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s